Sunday, October 28, 2007

married itu....

adalah kompromi realistis!
itu pemahamanku tentang konsep pernikahan.
bagaimana kita mau menghabiskan waktu bersama orang yang dianggap paling tepat untuk buat hidup kita bahagia, buat hati kita nyaman tentram dalam melakukan perjalanan dan pencapaian-pencapaian hidup.
bisa jadi dengan mengabaikan rasa cinta,......haree...gini?!
cinta biar saja jadi cinta, urusannya kan di hati...kalau sekiranya membebani hidup..ya sudahlah.
cinta keseringannya memang bukan hal indah yang tidak harus di miliki :( , isnt it?
bisa jadi memang cinta itu tidak ada, atau bahkan cinta sejati itu hanyalah mitos sentimentil yang dibikin nenek moyang kita yang sok romantis. :p
i havent found it yet...

dari kompromi itu...
bukankah sangat mungkin kita bisa menggapai kesejatian hidup, bahkan menurun pd temuan cinta yang menitis pada banyak hal? contohnya, ketika kita memutuskan menikah untuk sebuah kompromi materi. bisa jadi, kita akhirnya akan merasakan cinta kasih yang sejati melalui
bagaimana kita bisa sedikit berbagi kepada orang2 sekitar dengan limpahan materi yang kita punya dari kompromi tersebut. bayangkan berapa orang yang akan terbantu, karena kepedulian kita...dan akhirnya kita bisa bercinta dengan kasih yang sangat nyata.

dan seandainya boleh bermimpi,
kompromi tersebut terlahir dari orang yang kita cintai setengah mati.
bersama dalam visi yang sama....Subhanallah..paket sempurna yang dari yang di Atas.
one in a million. tapi maintenance dan pertanggungjawbannya juga bukan urusan mudah.

dan aku belajar...
dari lelaki yang pernah singgah di masa laluku.
agar tidak terbutakan oleh cinta hingga menghapus semua pertimbangan untuk hidup dengan lebih baik. thanks guys :)
mungkin memang cinta yang dulu di singgahkan padaku tidak sebesar cintaku pada kalian.
hingga tidak cukup untuk menghentikan pencarianmu dan membangun wujud cinta dalam bentuk2 yang lain bersamaku.

dan memahamkan pernikahan dari kepala lelaki,
aku tidak tahu pertimbangan dia sebesar apa untuk memutuskan hidup berbagi dengan seorang perempuan.
sehebat apakah hingga diputuskan untuk menikah seorang perempuan...?
apakah melulu karena cinta dan segala pengkultusan cinta sehingga terbutakan?
atau...
sebuah upaya untuk mencari perempuan yang bisa terkendali dalam urusan domestik saja
sehingga supremasi laki2 kembali terkukuhkan. untuk tidak terancam oleh seorang istri yang bisa beraktualisasi di luar
sehingga bisa mendapatkan apresiasi dari luar sebagai perempuan yang berprestasi
adalah sebuah ancaman untuk dominasi laki2 ?
atau juga bentuk kompromi..
yang diketahui hanya olehnya?
entahlah....
yang aku coba lakukan adalah
mencoba memahami keputusan seseorang yang hendak menikah...
dan tidak mencoba menawar...dan mempertanyakan, kenapa harus menikah sekarang?
kepada siapa aku kelak ingin berbagi?
tentang apapun...
jika prioritas itu sudah di ambil?
semoga semua orang kelak bahagia dengan pilihan yang sudah diambilnya...
ya...semoga...semoga saja begitu!

Saturday, October 27, 2007

kantor itu bernama MGI

paremono

diambil dari Kedaulatan Rakyat online
GARA-GARA BEREBUT AIR IRIGASI; Adik Bunuh Kakak Kandung
26/10/2007 10:22:48

MAGELANG (KR) - Gara-gara berebut air irigasi, seorang adik tega menganiaya kakak kandungnya sendiri hingga tewas. Korban bernama Supoyo (68), warga Trojayan, RT 01 Rw 03, Desa Parimono, Kecamatan Mungkid, Magelang. Sementara pelaku adalah Rus (51), yang merupakan adik korban.
Dari informasi yang berhasil dihimpun KR Kamis (25/10), kejadian berawal sekitar pukul 20.00 Rabu (24/10) malam. Saat itu, keduanya berniat mengairi lahan pertaniannya yang berada tak jauh dari rumah mereka. Namun entah disengaja atau tidak, pelaku melihat kakaknya tidak mengalirkan air irigasi itu ke lahan pertaniannya.
Melihat hal itu, pelaku menegur korban. Dan tidak beberapa lama kemudian, terjadilah cekcok di antara mereka. Karena tidak ada yang mengalah, pelaku pergi. Namun sesaat kemudian, ia kembali lagi dengan membawa sebatang kayu. Sesampainya di tempat kakaknya, tanpa basa-basi pelaku mengayunkan kayu ke kepala kakaknya. Mendapat serangan mendadak, korban tidak sempat menghindar. Akibatnya, korban tersungkur dengan darah mengucur dari kepalanya.
Tidak beberapa lama, sejumlah warga datang untuk melakukan pertolongan dengan membawa korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Muntilan. Namun setelah mendapat perawatan intensif di RSU, Kamis siang sekitar pukul 13.00 korban meninggal.
Dari keterangan salah seorang petugas RSU yang tidak mau disebut namanya, diketahui penyebab meninggalnya korban adalah luka sobek di bagian kepala kanan atas dan bawah.
Kapolsek Mungkid AKP I Gede Suarti yang dihubungi KR membenarkan adanya kejadian itu. ”Memang benar, kami baru saja menangani kasus penganiayaan. Saat ini, pelaku sudah kami amankan. Hasil penyelidikan sementara, penyebab penganiayaan itu karena perebutan air irigasi,” ujarnya. (R-8)-



paremono...
yang kalo di search engine google tidak nampilin apapun, kalo ada paling juga info ga penting :(
desa yang kucinta itu, minggu lalu bergolak.
damainya hingga kadang membuatku bosan dan kesepian kalo kelamaan pulang ke rumah ortu terkoyak oleh berita pembunuhan kakak-adik.
hebohnya kampung paling maksimal hanya sebatas kriminal maling ternak, atau juga pemulung yang maling jemuran. which is pelakunya adalah orang luar.
mengetahui berita terbaru dari harian lokal, sms teman & keluarga aku speechless !
kok bisa kejadian....biasanya itu kejadian di tempat lain, bukan di paremono, sumpah aku ga rela!
meski berita itu membuat paremono menjadi sedikit terkenal :(
orang yang berbunuhan itu, ku kenal nama dan profilnya. Pak Koyo, Pak Gok..sedemikian familiar dengan paremono...orangnya sangat paremono dan njawani sekali.

mungkinkah beningnya air mampu mengalahkan kentalnya darah yang mengaliri dari keluarga yang sama?
pertanyaan besarnya adalah, gimana hidup setelah pertumpahan darah itu. yang meninggal enak sudah cuci tangan dari hidup keluarganya, yg membunuh sudah mendekam di penjara...lalu gimana penghidupan anak istri, bude dan bulik serta anak-anak mereka yang sepupuan? Astaghfirullah.
siapa yang menggarap sawah, siapa yang tega bersisian hidup dengan pembunuh ayahnya yang adalah pakliknya sendiri?
semoga saja ini adalah kasus terakhir, semoga kelak paremono tercantum jd headline di suratkabar manapun karena prestasi dan kabar baiknya.
semoga hidup paremono menjadi lebih mudah,
hingga leluhur yang dulu mendirikannya bisa tersenyum bangga melihat keturunannya hidup sejahtera...
amin

Friday, October 26, 2007

Thursday, October 25, 2007

bos posesif

jika cluenya adalah ;
over protective, over control, dan tidak melakukan apapun kecuali bolak-balik nelpon anak buahnya untuk nyari tahu sepanjang hari anak buahnya ngapain aja.
Dia akan marah-marah kalo telpon kantor, telpon handphone tidak angkat ( misal yg bersangkutan lagi di toilet). kemudian dia akan ngecek keberadaan anak buahnya dari kantor2 lain di sebelah, ada yang tahu nggak si A dan si B kemana...lha ya saruuu tenan...
dan aku pernah, punya atasan seperti ini..
dan dia menyebutnya sebagai KONSOLIDASI,...
menyebalkan konsolidasi seperi ini :(

Friday, September 07, 2007

semarang

saya datang!!!
buat saya nyaman ya :)

Wednesday, August 29, 2007

gerhana bulan

dari lantai 3 sebuah rumah kos daerah sapen..
dari jam 5 sore sampai 7.30 malam
tiga orang manusia bertengger di atap jemuran
menjadi saksi tertutupnya bulan oleh bumi sampai tersingkap pelan seiring malam
bulan terang benderang memantulkan matahari dengan pendar2nya
dengan cangkir kopi dan sebungkus rokok mentol
dan seseorang melantunkan ayat suci
sempurnanya malam ini
walaupun dingin menggigit
dan beberapa pesawat yang melintas mengganggu pertunjukan gerhana
indahnya,
Subhanallah..

nifsu syaban part2

sms dari teman tentang nifsu syaban:
Fadilah nifsy sya'ban diantaranya dapat menambah rejeki, dapat mempertebal iman serta islam kita kepada Allah.
sejarahnya, setengah dari bulan sya'ban termasuk bulannya rasulullah dan banyak perkara ditetapkan tentang suatu yang jelek, celaka, baik , buruk dll.

mungkin lain waktu aku coba lagi cari tambahannya :)

nifsu syaban

jam setengah sembialan malam seorang teman datang mengabari kalo malam ini adalah malam nifsu syaban...dia mengatakan baiknya aku sholat sunat 2 rakaat, membaca al Fatihah 3 kali. pertama untuk panjang umur, kedua untuk mudah rejeki dan ketiga untuk tetap iman islamnya...amin. dilanjutkan yasin dan doa nifsyu syaban.
Allhamdulillah....aku bisa bertemu dengan malam ini, dikabari seorang teman dan melakukan apa yang dianjurkan untuk dilakukan.

tidak banyak yang aku tahu, selain ini adalah malam pergantian ke bulan syaban yang dimuliakan.
Allhamdulillah ya Allah...aku bahagia...aku bersujud memohon ridhoMu....selain doa2 yang terpanjat itu...perkenankan Allah, aku memohon satu hal yang selalu membuatku tercekat kehilangan kata2 untuk meminta jalanMu.
bukakan jalan itu Allah, jika memang dia baik untuk aku.
jika memang aku membawa kebaikan untuk dia,
agar tidak lagi terasing di dunianya sendiri...
amin

Monday, August 27, 2007

....

sebuah jalan terbentang
di sebuah kota yg selama ini aku juga ngeblank habis!
apa ini sebuah cara yang dipertunjukkan Yang Diatas sana?
sebuah tempat untuk mengendapkan rasa, menghimpun asa baru, memulai sebuah pertempuran baru dan membuktikan diri lagi kalo seorang arifyanti masih bisa bangun dan berdiri tegak?
kepada siapapun? semangat itu sudah mulai terbangun,
although still i'm affraid..that i could never see you again.
deep down from my heart, i always missing you, stranger!
apapun itu, semoga hanya hal terbaik yang akan menghampiri hidupmu
dan jika setiap saat terkenang, hanya doa-doa yang bisa kurapalkan, semoga aku seteguh karang
semoga kamu temukan jalan untuk menjadi jauh lebih baik....dan teguh...
dan semoga saja kamu seteguh itu!

Tuesday, August 21, 2007

sempit

dunia ini sempit
aku ketemu orang yang dekat dengan kehidupan laki2 terakhir
kebetulan sekali dia terlibat dalam launching buku teman
apa dia sekarang masih tinggal bersamanya ?
entah kenapa aku masih peduli...

Sunday, August 05, 2007

3 agustus 2007

aku lelah kali ini...
semua cara agar connected aku lakukan
seratusan panggilan terabaikan...
puluhan pesan pendek tidak dijawab
aku ga tau harus ngusahain apa lagi, niatan menemuimu terpaksa kutelan bulat2.
kenapa mesti memilihku untuk kau abaikan, aku ga bisa!!
kenapa hubungan baik kita harus menguap begitu saja? apa yang salah dengan semua hal?
apa yang kau takutkan jika menemuiku kembali? seperti sebelum saat kamu hrs pergi ?
aku menunggu kamu kembali. tapi datangmu ternyata malah tak kudeteksi. ada apa lagi kali ini?
kenapa harus tanpa sua dan kata
berakhirlah segala hal...

Sunday, July 29, 2007

another accident, another side of me!


sabtu, 14 juli 2007

selalu saja..
emng intuisi ga boleh diabaikan.
semua rasa ga enak dan ga nyaman itu beralasan...
sebuah pertanda, sebuah kecelakaan lagi terjadi..kesekian kali selama tinggal di Jogja.
dua kali dalam dua bulan ini, di ruas jalan yang sama
dan untuk stranger yang selalu saja bermasalah itu...dari rentetan smsku..harusnya dia juga baca pertanda itu, bisa2nya aku takut ga ketemu dia lagi..
hhhh...what a terrible thing!
dan aku masi smpt sms dia tepat sebelum aku menempuh jalan pulang.
dan selalu saja terabaikan hal2 bodoh itu..hei...kemana aja kamu !!!! sampai ruang hati itu terburai di jalanan. dasar bodoh! sakit itu, perih itu, setetes darah itu dan semua kepeninganku
tidak berasa sesakit akibat bungkammu. dan emang kamu begitu,
tidak ada satupun yang mampu mengubahmu jadi lebih sedikit terhormat!

Thursday, June 28, 2007

i love you babe

entah....
teguran ini datang dengan kompak tanpa rencana, dimulai dari kondisi yang tidak bisa teridentifikasi oleh badanku. semua bagian menegang dan mengencang hingga berasa sakit
berarti sesuatukan ini ?
dia bermasalah...kena sebuah kasus. walo akhirnya bisa keluar dengan jiwa raga terluka
harus bagaimanakah ini? hidup yang tidak pernah mudah dijalani dengan cara yang mainstream
apapun nanti...apa yg bakal terjadi, terjadilah .. suatu hari,
semua orang akan di sebut ayah, ibu, nenek, kakek, om, tante dan anak, cucu...

Dying Young

( sebuah inspirasi...dari blog http://voicesnoises.blogs.friendster.com/voices_noises/relationships

“Hari ini tulisanku tentang aborsi dimuat di jawapos. Baca di www.jawapos.co.id ya thx atas supportnya.” begitu bunyi SMS dari kawanku dr Yusuf. Itulah SMS yang pertama masuk di inbox-ku hari ini. Aku percaya bahwa SMS itu bukan kebetulan. Nggak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Semua hal, dari yang kecil-kecil sampai yang besar-besar, selalu punya maksud. Dan aku tahu maksud SMS itu buat aku. SMS itu adalah kesempatan buat aku untuk berbagi pengalaman gelapku. SMS itu adalah tantangan buat menguji nyaliku, mengetes kejujuranku. SMS itu adalah pintu terbuka untuk tiba di hatiku. Untuk menjadi diriku.

Baiklah… aku akan ceritakan pengalaman gelap itu. Pengalaman yang baru aku ceritakan ke beberapa sahabat. Pengalaman yang belum pernah aku ceritakan ke keluargaku. So here we go….

Waktu masih kuliah di Jogja dulu, aku pernah hamil sebelum nikah. Dan karena itu aku melakukan aborsi. Jaman segitu, aku masih jadi orang yang amat teramat bodoh dan tolol. Bodoh dan tolol karena aku nggak berani jadi diriku sendiri. Jaman segitu, aku masih takut dengan label-label yang diberikan orang-orang. Takut dengan cap-cap yang diberikan keluarga, teman-teman, masyarakat, agama, dan budaya. Waktu itu aku masih takut dengan penilaian-penilaian yang sangat hitam putih bahwa yang baik, bahwa yang sukses selalu mendapat sanjungan dan pujian, dan yang buruk dan yang gagal mendapat cemooh dan pengucilan. Waktu itu aku masih [memilih] hidup dalam lingkungan seperti ini. Karena itu, meskipun sebenarnya aku nggak ingin melakukan aborsi, namun hal itu tetap aku lakukan. Aku takut aku dan keluargaku dipandang buruk. Aku nggak sampai hati membayangkan wajah kedua orangtuaku. Nggak tega membayangkan kalau ibu dan bapakku jadi bahan gunjingan keluarga besar dan teman-teman mereka. Aku kasihan pada mereka kalau hal itu sampai terjadi. Selain itu, aborsi aku lakukan karena ketakutanku sendiri. Takut dengan omongan teman-teman, keluarga dan tetangga. Takut dengan omongan siapa saja.

Ahh… kalau mengingat hari-hari gelap itu, aku bersyukur hari ini aku masih bisa hidup dan menikmati hidup. Kenapa aku bilang begitu? Karena aborsi yang aku lakukan cukup berbahaya. Aku terpaksa menempuh cara berbahaya itu karena sudah datang ke dokter umum dan rumah sakit tapi tidak ada dokter umum dan rumah sakit yang mau melakukan aborsi itu. Aku nggak bisa mencari dokter dan rumah sakit lainnya karena uangku terbatas, dan waktuku terbatas. Saat itu usia kandungannya mungkin sudah sekitar 3 bulan. Aku sudah coba apa saja yang aku dengar-dengar bisa menggugurkan kandungan. Coba makan ragi, nanas, pil-pil menstruasi. Semua aku coba, tapi tidak ada yang berhasil. Janin itu tetap hidup, terus tumbuh.

Karena aku tidak berhasil mendapat bantuan dokter, akhirnya aku pergi ke dukun. Waktu datang ke situ, aku takut kalau-kalau ada saudaraku di Jogja dan orang-orang yang aku kenal melihatku masuk ke rumah dukun itu. Padahal rumah itu tidak ada plang apa-apa yang menunjukkan bahwa itu rumah dukun. Begitulah ketakutanku. Begitulah aku yang terus dikejar-kejar penilaian masyarakat. Sedemikian besar ketakutan itu sampai aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk itu. Soal nyawa, saat itu, mungkin menjadi nomor kesekian. Yang jadi nomor satu waktu itu, adalah harga diri. Harga diri yang sebenarnya semu. Dan demi harga diri, aku pasrah saja tubuhku hendak diapakan oleh si dukun.

Ibu dukun itu ternyata memasukkan beberapa tangkai atau ranting2 kecil tanaman [entah tanaman apa] ke dalam vaginaku. Tangkai itu ada di dalam vaginaku selama berjam-jam untuk proses pengguguran itu. Selama proses itu, ibu dukun tidak mengijinkan aku tinggal di rumahnya karena ia khawatir ketahuan tetangganya atau orang lain, entah siapa. Aku juga tidak bisa kembali ke kosku karena teman-teman sering nongkrong di kamarku. Akhirnya aku ke hotel murahan dengan membawa seluruh uang yang aku punya. Dan saat itu, uangku nggak banyak. Aku ingat, waktu itu aku sampai memecah celengan. Padahal isinya cuma koin-koin seratus rupiahan.

Aku di hotel tidak sendiri. Ada lelaki itu. Tidak perlu aku sebutkan siapa dia. Karena aku nggak tahu apakah dia sudah punya nyali atau belum untuk menceritakan ini. Tapi aku bersyukur ketika itu dia tidak kabur meninggalkanku. Dia terus menemaniku selama proses situ. Ada kalanya dia harus meninggalkan aku sendirian di hotel untuk beli makanan, susu dan vitamin.

Barangkali para petugas hotel terheran-heran dengan kami waktu itu. Ada 2 anak muda laki-laki dan perempuan masuk kamar hotel, tapi yang terdengar dari luar bukan suara orang sedang making love, malah suara orang mengaji. Ya itulah yang kami lakukan di dalam kamar hotel. Dia membaca Al-Qur’an. Dan aku membaca doa-doa dari buku kecil yang isinya doa-doa berbahasa Arab dengan terjemahan Bahasa Indonesia di bawahnya.

Dia terus mengaji dan aku terus berdoa.Ketika tubuhku mulai panas dan keringat dingin, aku terus berdoa sambil minum Biogesic atau minum madu. Ibu dukun itu memang sudah memberitahu bahwa suhu badanku akan naik dan aku akan panas dingin. Aku benar-benar mengalami ini, panas-dingin dan menggigil. Aku merasa bahwa nyawaku di ujung tanduk. Merasa bahwa kematianku sangat mungkin terjadi dalam hitungan jam, menit bahkan detik. Kalau ada satu hal yang aku bisa banggakan dari diriku adalah aku orang yang tidak mudah menyerah. Dalam kondisi dimana harapan hidupku sudah tipis, aku masih punya semangat yang tebal. Semangat bahwa aku harus hidup. Aku harus hidup untuk menjadi lebih baik dari hari ini.

Aku terus melawan kesakitan dari dalam perutku, keletihan tubuhku, dan keputusasaanku. Jika sakit tidak begitu menyerang, aku jalan-jalan kecil di dalam kamar hotel sambil terus berdoa. Akhirnya setelah berjam-jam seperti itu, perutku diserang kesakitan yang hebat. Janin itu akhirnya keluar. Dia memberojol di antara selangkangan kakiku. Jatuh di lantai kamar mandi hotel. Aku tak sampai hati untuk melihatnya. Jadi aku nggak tahu bagaimana bentuk persisnya. Yang aku tahu bahwa janin itu keluar dalam bentuk gumpalan-gumpalan seperti potongan daging hati mentah yang biasanya dibuat lauk. Setiap kali gumpalan itu mau keluar, aku diserang kesakitan.

Lama-kelamaan gumpalan daging itu berhenti keluar. Yang tersisa adalah darah yang mengucur. Mengucur lebih deras daripada saat menstruasi. Entah berapa tumpuk pembalut aku habiskan untuk menampung darah itu. Aku ingat lemari di kamar hotel itu, isinya cuma bertumpuk-tumpuk pembalut.

Kami berada di hotel mungkin selama 2 atau 3 hari. Setelah kami yakin bahwa janin itu sudah keluar, aku kembali ke kos. Sebenarnya pendarahan masih cukup deras, tapi berhubung uang sudah menipis, jadinya aku kembali ke kos. Selama masa pemulihan itu aku minum jamu yang diberikan ibu dukun itu. Jamunya harus digodok di panci yang stainless steel. Pokoknya ribet. Dan rasanya pahit.

Hari-hari selanjutnya adalah hari-hari pendarahan dan pemulihan. Mungkin nggak perlu aku ceritakan detilnya di sini sekarang. Yang perlu diceritakan di sini tentang hari-hari setelahnya adalah pengalamanku sebagai orang yang tolol dan bodoh. Orang yang tidak belajar dari pengalaman. Orang yang mengulangi kesalahan yang sama. Ya, kesalahan yang sama aku ulangi lagi. Beberapa tahun setelah pengalaman aborsi itu, aku hamil lagi dengan laki-laki lain. Dengan Nuri yang kini jadi suamiku. Namun karena aku masih menjadi seorang pengecut waktu itu, aborsi itu aku lakukan lagi. Semua detik-detik hitam dan mencekam itu berulang lagi. Bedanya, aku melakukan itu di kos karena kamar kosku waktu itu punya kamar mandi di dalam, dan teman-teman kosku waktu itu sedang mudik. Kalaupun ada teman yang datang mengetuk pintu kamarku, aku tidak membukakan pintu. Bedanya lagi, janin yang kedua keluarnya masih relatif utuh. Aku sempat melihatnya. Janin itu sudah kelihatan cikal bakal matanya. Ahh mata anakku…

Sudahlah. Dua pengalaman aborsi ini cukup buat aku. Pengalaman dua kali aku menjadi seorang pembunuh. Aku nggak ingin lagi mematikan yang hidup. Sekarang aku ingin menghidupkan yang mati: menghidupkan jiwa-jiwa yang mati muda. Terutama jiwaku sendiri. Jiwa yang mati muda adalah yang putus asa, yang merasa sepi dan sendiri, yang merasa terkucil, yang merasa dirinya adalah sampah. Jiwa yang mati muda adalah yang nggak berani jujur dengan diri sendiri, yang takut menjadi diri sendiri, dan tidak berani menjalani hidupnya sendiri. Aku ingin menghidupkan jiwa yang mati muda dan karena itu aku bercerita di sini, dan di sepucuk surat untuk ibu dan bapakku: Bu, Pak... maafkan karena beberapa tahun yang lalu aku membunuh jiwa-jiwa muda: jiwa anak-anakku dan jiwaku sendiri.

[Untuk: Daya dan Raya -- dua anakku, benih-benih keberanianku]

Sunday, June 24, 2007

good bye my lover !

aku ikhlasin semua hal, mungkin emang harus aku lalui. aku seneng kok pernah bareng sama kamu, tapi aku nyadar kapan aku harus berhenti. keputusan ini baik untuk aku, so support aku untuk ngelewatinnya dan aku ga bakal akan bisa ngelupain kamu ! doaku, kmu ketemu orang terbaik yang bisa dampingi hidup kamu. pesenku, siapapun dia..jaga dan selalu setia ya.
love you....

20 juni 2007

Friday, May 11, 2007

devil wears my body


what's goin' on me ?!! i couldn't control somethin' inside me. hot n cold.
it's just a weird feeling, hhhh. what a f#%#* thing. god damed! stk-jan5th6years earlier

love bites

is pain ur trully language of love ? d'u know that this pain is unbearable ! im hollow, im in sorrow
i dont think that ur thing is better left unsaid !! cause, i really care with u.
i dont wanna breaking it again ! i swear, im just too tired of being broken. again..n again !

Tuesday, May 08, 2007

broken stranger


called him stranger, cause he's just nobody anymore for me. at least for now
he's not my mister right :(

may 7th

Saturday, May 05, 2007

apa yang harus ku lakukan agar kamu menengokku ?


ketika semua kesempatan ga mudah diciptakan
ketika rasa menggebu butuh dipertemukan
kenapa tidak ada jumpa yang bisa di usahakan
aku hanya butuh ditemani !